BLOGGER TEMPLATES AND Friendster Layouts »
Powered By Blogger

Latest Photos

Latest News

Senin, 01 November 2010

Klub-klub Tentara dan Polisi

Tentara dan polisi bagi sebagian masyarakat umum tentu selalu ada kaitannya dengan penegakan keamanan dan stabilitas nasional dari berbagai macam ancaman baik yang sifatnya kecil maupun besar. Namun, kedua institusi bersenjata dan pengamanan tak melulu identik dengan berbagai macam hal-hal yang berada di habitat aslinya malahan kedua-duanya juga aktif di lapangan hijau melalui klub-klub yang mereka miliki.

Ya, klub-klub milik tentara dan polisi adalah klub-klub yang sebenarnya dibentuk sebagai rekreasi tentara dan polisi dari tugas sehari-hari mereka yang melelahkan. Oleh karenanya, banyak dari para pemainnya adalah langsung dari kedua institusi tersebut. Namun, lama-kelamaan klub-klub ini tidak hanya lagi sebagai ajang rekreasi semata tetapi juga sebagai ajang untuk mencoba mencari eksis dan memperoleh keuntungan finansial dengan berlaga di liga-liga yang sifatnya semi-profesional dan profesional sehingga para pemainnya pun tidak lagi dari pemilik yang bersangkutan tetapi dari luar dan digaji sebagaimana layaknya pemain-pemain profesional.

Di dunia ini ada sekitar 20 klub milik tentara dari 16 negara dan 17 klub milik polisi dari 15 negara. Kebanyakan  memang berlokasi di negara-negara sepakbola menegah dan ketiga seperti Rusia, Singapura, Ekuador, dan India dan hanya beberapa saja yang bersifat semi-profesional dan profesional dan berada di kasta tertinggi liga sepakbolanya seperti CSKA Moskow (Rusia), Espoli dan El Nacional (Ekuador), Singapore Armed Forces serta Home United (Singapura). Selebihnya berada di bawah liga tertinggi atau malah di bawah lagi dan bersifat amatir.

Untuk klub yang terkenal dari kalangan ini tentu saja semua sudah sepakat menunjuk pada CSKA Moskow, klub Rusia pertama yang pernah menjuarai Piala UEFA 2005 dan pernah diperkuat salah satu pemain bintang Brasil, Vagner Love.

Minggu, 31 Oktober 2010

Derby Indonesia: Ketika ABG beraksi

Untuk kesekian kalinya, Persija Jakarta kembali menunjukkan taringnya di SUGBK. Kali ini tak tanggung-tanggung yang menjadi korban adalah rival abadi sekaligus musuh bebuyutan, Persib Bandung dalam sebuah duel bertajuk "Derby Indonesia" dengan tiga gol tanpa balas. Masing-masing gol tersebut diciptakan oleh Greg Nwokolo, pemain yang sempat memperkuat Persija pada 2008 di menit ke-52 memanfaatkan umpan rekannya di barisan depan, Bambang Pamungkas. Tentu saja gol itu disambut oleh ribuan lebih the Jak Mania yang terlihat hampir memenuhi SUGBK. Permainan tetap berjalan tersebut usai gol pertama tersebut dengan Persib berusaha menyamakan kedudukan. Sayangnya, usaha mereka harus dibayar mahal ketika Aliyuddin kembali memperbesar keunggulan Persija beberapa menit setelah gol pertama dan gol terakhir Persija digenapkan oleh sang ikon, Bambang Pamungkas. 

Semua gol yang tercipta terjadi di babak kedua dengan pencetak gol adalah trio ABG, (Aliyuddin, Bambang, Greg). Trio ini seperti terlahir kembali pada pertandingan tersebut dan mengingatkan kembali akan trio yang sama dua tahun yang lalu. Trio itu sendiri seolah-olah seperti terlihat perkasa karena lini tengah Persija yang cukup solid dan kebanyakan dikomandoi para eksodus Sriwijaya FC. Meskipun demikian Persib juga tak kalah solid sebenarnya. Lini tengah yang digalang kapten timnas Singapura, Shahril Ishak cukup merepotkan pertahanan Persija di sektor sayap kanan pada awal-awal babak pertama. Sayang, lini depan yang dihuni oleh Pablo Frances dan striker naturalisasi Indonesia asal Uruguay, Christian Gonzales kelihatan tak mampu berbuat banyak di hadapan lini belakang Persija yang berada dalam kendali Eric Arsene Bayemi.

Kekalahan ini jelas sekali lagi membuat Persib harus mengubur dalam-dalam keinginan mereka mengalahkan Persija di kandangnya sendiri yang belum bisa mereka lakukan sejak Liga (Super) Indonesia bergulir pada 1994.

Jumat, 29 Oktober 2010

Derby Indonesia: Pentas dua tim terluka

Sabtu (30/10) pukul setengah 4 sore esok sebuah partai bertajuk super big-match akan tersaji di SUGBK, Jakarta. Partai ini bukan hanya sekedar bertajuk super big-match namun lebih dari segalanya sehingga pantaslah kalau ia lebih juga disebut sebagai "Derby Indonesia". Ya, Persija vs Persib adalah partai tersebut.

Gengsi, harga diri semuanya dipertaruhkan di sini. Itulah yang pasti tertanam pada setiap punggawa yang akan melakoni pertandingan. Persija tentu tidak mau kalah dari Persib begitupula Persib. Hal itu sesuai dengan ungkapan kedua tim yang menyatakan kedua tim boleh saja kalah dari tim manapun asalkan jangan dari kedua-duanya. Pada partai ini tentu semua yang namanya persahabatan seketika akan berubah menjadi permusuhan di lapangan. Sudah pasti perseteruan akan terjadi demi membela panji masing-masing meskipun yang berseteru adalah kawan di tim nasional atau juga kawan ketika merintis karier awal di sepakbola.

Partai ini memang lebih dari sekedar partai. Selain banyak bintang yang tentunya berlabel tim nasional (Indonesia, Singapura) di kedua tim, gengsi antara kedua kota, Jakarta dan Bandung tentu juga akan menjadi perhatian. Selain itu kefanatikan kedua suporter yang membuat partai ini tambah panas sehingga diperlukan pengamanan ekstra dari aparat keamanan.

Dalam sejarahnya kedua tim sudah sering bertemu di Perserikatan dan juga ajang Liga Indonesia. Di ajang Liga Indonesia sendiri kedua-duanya sudah bertemu sebanyak 14 kali dengan Persija memegang rekor kemenangan. Kemenangan Persija itu kebanyakan diraih di kandang namun ada juga satu kemenangan di kandang lawan yaitu pada 2008. Sedangkan Persib sebaliknya hanya bisa menang di kandang sendiri dan belum sekalipun menang di Jakarta.

Dalam duel kali ini Persib tentu berharap bisa meraih kemenangan di Jakarta sekalipun harus ada beberapa pilar yang absen. Sedangkan Persija berharap striker baru mereka asal Singapura, Agu Casmir dapat dimainkan. Tentunya kedua tim sama-sama mengincar kemenangan  usai masing-masing dikalahkan lawannya dalam pertandingan sebelumnya. Persija oleh Semen Padang dan Persib oleh PSM. 

Pertandingan sendiri diramalkan tetap akan berjalan seru tentunya semua juga berharap kelancaran dengan tidak adanya keributan baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Salut pada Arema dan Persib!

Jika berbicara mengenai Liga Super Indonesia, ada dua klub yang harus diberi ucapan salut dan dibanggakan. Keadaan tersebut tentu tidak hanya berkaitan dengan prestasi semata, tetapi bagaimana mereka bisa mengelola manajemen klub yang benar-benar profesional dan akhirnya mandiri.

Sebut saja Arema dan Persib. Dua klub kebanggaan Malang dan Bandung, dua kota yang sama-sama berada di dataran tinggi dan berhawa sejuk. Sama-sama berkostum keramat biru dan sama-sama mempunyai kelompok pendukung yang fanatik, Aremania dan Viking.

Belakangan ini kedua klub tersebut seperti menunjukkan jati diri mereka sebagai klub sepakbola Indonesia yang profesional alias lepas dari APBD dan tidak seperti klub-klub Indonesia lainnya. Bahkan boleh dikatakan kedua-duanya adalah panutan.

Kemandirian Arema sebenarnya sudah dimulai sejak berdiri pada 1987. Klub ini memang berprinsip tidak mau tergantung pada APBD dan sudah menyatakan diri sebagai klub yang profesional dengan mencontoh klub-klub di luar negeri. Namun, usaha untuk menuju mandiri memang tidak semudah yang diharapkan. Dalam perjalanannya, Arema sering sekali terbentur dana. Sempat didanai Bentoel sebagai sponsor utama antara kurun waktu 2003-2007, Arema setelah itu selalu mengalami kesulitan untuk menyambung hidup. Beberapa gerakan pun dilakukan untuk menyelamatkan Arema yang merupakan identitas Malang yang sebenarnya seperti yang dilakukan Flexi dan beberapa sponsor lokal di Malang. Hasil yang didapatkan memang tidak seberapa namun itu sudah cukup untuk mengarungi kompetisi satu musim penuh pada 2009 kemarin. Pada awal musim ini Arema diberitakan mengalami kesulitan keuangan kembali dan harus mencari sponsor. Beruntunglah ada yang mau mensponsori Arema yaitu, Ijen Nirwana Residence, perusahaan properti milik Bakrie. Nilai kontrak yang ditawarkan adalah 4,5 miliar untuk semusim penuh dan musim selanjutnya. Akan tetapi, Arema tetap harus mencari sponsor lain untuk pendamping.

Sedangkan Persib memulai kemandirian pada 2009. Sebelumnya, klub kota Kembang ini memang tergantung sekali pada APBD. Ketika APBD dilarang dan Persib mulai mengalami kesulitan, Dada Rosada, walikota Bandung mulai membicarakan masa depan Persib dengan beberapa tokoh. Dari pembicaraan itu dibentuklah sebuah perusahaan yang akan menaungi Persib yaitu PT Persib Bandung Bermartabat dengan ketuanya adalah Umuh Muchtar. Sejak saat itu Persib mulai mencari dana sendiri dengan mencari beberapa sponsor yang kemudian berhasil didapatkan. Tentunya pemerintah provinsi Jawa Barat juga ikut campur dalam hal ini. Beberapa sponsor yang berhasil didapatkan adalah Honda, Yomart, Corsa, dan sebagainya. Kebanyakan mau mensponsori Persib karena Persib adalah aset sejati Bandung dan Jawa Barat. Sejak saat itu keberadaan APBD di Persib sudah sedikt dan boleh dikatakan sudah tidak ada lagi.

Menilik contoh-contoh di atas ada baiknya klub-klub di Indonesia mau mencontoh Arema dan Persib yang sudah mapan dengan kemandirian dan profesionalitasnya. Pada masa sekarang sepakbola sudah sepatutnya berdiri sendiri lepas dari unsur-unsur politik.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Review Indonesia vs Uruguay: Memang Beda Kelas

Beda kelas baik dari skill, pengalaman, stamina, dan peringkat. Itulah yang benar-benar tersaji dalam pertandingan persahabatan persahabatan antara timnas Indonesia dan Uruguay di SUGBK kemarin malam. Sempat bisa mengimbangi permainan Uruguay di awal-awal babak pertama hingga setengah jam dengan membuat gol terlebih dahulu lewat Boaz Solossa pada menit ke-16, Indonesia harus menyadari kelemahan mereka sekali lagi, fisik dan stamina. Kelelahan mulai terlihat di wajah pemain.

Tak ayal, gol Indonesia yang mengejutkan itu membuat Uruguay jadi terpacu untuk membuat gol balasan. Hasilnya, Edinson Cavani berhasil membuat gol pada menit ke-34. Di malam kemarin ia mencetak hattrick. Dua gol lagi ia sumbangkan pada menit ke-80 dan 84.

Tak hanya Cavani, Luis Suarez, tandem Cavani di depan juga ikut-ikutan membuat Hattrick yaitu pada menit ke-43, 55, dan penalti di menit ke-70. Satu gol lagi disumbangkan oleh Sebastien Eguren dan memaksa Markus harus memungut bola untuk kedelapan kalinya.

Dari pertandingan itu sekali lagi meski beda kelas 180 derajat, namun tetap saja permainan Indonesia masih seperti yang dulu dan pastinya membuat gregetan para penggila bola yang menonton. Bagaimana tidak umpan-umpan saja masih tidak terarah, penguasaan bola masih sering terlepas, dan terlihat para pemain malah terburu-buru untuk melakukan serangan sehingga serangan mudah ditebak. Belum lagi ditambah mental pemain yang tampak grogi menghadapi Uruguay memang adalah salah satu tim dunia.

Berbeda halnya dengan Uruguay yang memang santai dan matang dalam mengorganisasi permainan. Pergerakan para pemainnya dari sayap dan tengah memang cukup merepotkan Indonesia terutama barisan pertahanan yang sepertinya kewalahan menghadapi skill mumpuni dari Cavani dan Suarez.

Namun, setidaknya sekali lagi uji coba ini harus menjadi pelajaran paling besar. Lihat bagaimana Uruguay mengajarkan cara bermain sepakbola yang benar kepada Indonesia. Pelajaran itu bukan hanya sebatas pada pertandingan dan ucapan pasca kekalahan namun harus menjadi bahan evaluasi jika memang target yang dicanangkan Indonesia adalah juara Piala AFF.

Jumat, 08 Oktober 2010

Preview Indonesia vs Uruguay: Seperti Bumi dan Langit

Beberapa jam lagi pertandingan antara timnas Indonesia dan Uruguay akan tersaji dan SUGBK dipercaya untuk kesekian kali menjadi pertandingan ujicoba tersebut. Pertandingan tersebut pun memang seperti barang langka yang jarang didapatkan oleh penggila sepak bola Indonesia. Selama ini banyak penggila bola yang melihat kegagalan timnas belakangan ini disinyalir akibat kurangnya uji coba.

Menanggapi hal itu, PSSI yang terus-menerus dikritik tentu mau tinggal diam. Setelah beberapa kali berupaya mencari lawan tanding mulai dari Pantai Gading hingga Brasil, maka ditemukanlah Uruguay yang kebetulan juga sedang mencari lawan uji coba.

Uruguay sendiri yang diundang PSSI untuk berujicoba dengan timnas bukanlah lawan sembarangan. Tim ini adalah salah satu tim dunia dengan peringkat 7 FIFA, pernah juara 2 kali Piala Dunia, dan pada Piala Dunia 2010 kemarin secara mengejutkan bangkit kembali dengan menduduki peringkat 4.

Meskipun lawan yang akan dihadapi adalah Indonesia, Uruguay tidak mau anggap remeh. Tim ini membawa serta para pemain yang berlaga di Piala Dunia dan dua wajah baru. Maka para pemain seperti Luis Suarez, Edinson Cavani, Diego Lugano, dan Fernando Muslera ikut serta. Sayang, bintang Uruguay di Piala Dunia, Diego Forlan urung hadir karena masalah pribadi dan kesehatan. Meski begitu Uruguay tetap Uruguay. Maka Uruguay pun berjanji akan tampil all out.

Bagaimana dengan tuan rumah? tentu melawan Uruguay adalah semacam pengalaman berharga dan setiap awak Garuda ingin sekali merasakannya. Sayangnya, jadwal latihan yang mepet serta banyak pemain yang cedera menjadi kendala tersendiri bagi timnas yang melakoni uji coba ini sebagai persiapan menuju Piala AFF. Belum lagi dengan ditambahnya 3 pemain naturalisasi yang dilarang main oleh FIFA karena masalah paspor. Namun, tetap saja the show must go on!

Yang jelas timnas juga ingin menampilkan permainan terbaik di depan publik sendiri meski harus diakui bahwa lawan yang dihadapi bagai bumi dan langit. Tetapi, apa pun itu pelajaran tetap nomor satu di samping kerinduan para penggila bola tanah air tentang kejayaan timnas.

Rabu, 06 Oktober 2010

Gol Debut Amri!

Tak perlu waktu lebih dari sehari bagi seorang Khairul Amri untuk bisa menyesuaikan diri di atmosfer Liga Super Indonesia musim ini. Hal itu pun terbukti ketika ia berhasil membuat gol spektakuler untuk klubnya saat ini, Persiba dalam lanjutan Liga Super Indonesia sore tadi menghadapi Pelita di Balikpapan. Gol itu sendiri terjadi pada menit 71 melalui tumit sang pemain.

Sebelumnya di awal-awal babak kedua, striker timnas Singapura tandem dari Noh Alam Shah tersebut berhasil memberikan kontribusi untuk Persiba dengan dijatuhkan oleh seorang pemain Pelita, Ardan Aras di kotak terlarang. Penalti itu pun sukses dieksekusi oleh Robertino Pugliara.

Tandem Amri di Persiba, Aldo Baretto juga berhasil membuat gol pada menit ke-85 melalui sundulan kepala. Gol tersebut menjawab kehausan sang topskor LSI musim lalu ini dikarenakan tidak mencetak gol selama dua pertandingan tandang Persiba.

Namun yang patut diberikan jempolan adalah Amri sendiri dalam pertandingan tersebut. Sempat sulit berkembang dan beradaptasi di babak pertama dan tidak padu dengan Aldo Baretto, pemain Singapura ini akhirnya menjawab dengan gol debutnya.

Setidaknya salah satu gol yang dibuatnya menegaskan bahwa pembelian pemain ini tidaklah salah dan membuat lega sementara sang pelatih, Junaedi karena bisa memberikan kemenangan di kandang. Kini duet Amri-Baretto dinantikan untuk bisa beraksi kembali melawan Persib pada 16 Oktober nanti.