BLOGGER TEMPLATES AND Friendster Layouts »
Powered By Blogger

Latest Photos

Latest News

Tampilkan postingan dengan label AFC Champions League 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFC Champions League 2011. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Februari 2011

Hidup-mati SFC-Al-Ain di laga final playoff

Mau atau tidak, siap atau tidak, demi memuluskan langkahnya, Sriwijaya FC harus meladeni sebuah pertarungan amat penting pada Sabtu (19/2) di stadion Jakabaring, Palembang dalam laga final play-off wilayah timur AFC Champions League 2011. Pemenang dari laga ini akan masuk ke dalam penyisihan grup yang sebelumnya sudah diundi pada 7 Januari lalu.

Namun, lawan Sriwijaya esok adalah bukan lawan yang sembarangan. Al-Ain adalah klub asal negeri kaya minyak di kawasan teluk, Uni Emirat Arab. Tim berjulukan "Boss" ini adalah salah satu klub elit di kompetisi domestik negeri yang sudah dua kali oleh FIFA dijadikan perhelatan piala Dunia Antarklub. Tak hanya itu, kejuaraan antarklub Asia seperti AFC Champions League klub milik keluarga keemiratan UEA ini pernah sekali menjuarai ajang ini pada 2003 dengan mengalahkan salah satu raksasa Thailand, Bec Tero Sassana.

Dari materi pemain hampir semua pemain Al-Ain adalah pemain nasional UEA seperti Omar Aldulrachman, Ali Al-Wehaibi. Selain itu mereka juga mempunyai mantan pemain u-21 Perancis, Jeremie Aliadire meski yang bersangkutan kabarnya menolak main di Al-Ain. Untuk menghadapi Sriwijaya nanti Al-Ain hanya akan menyertakan dua pemain asingnya, Ibrahima Keita dan Elias Ribeiro.

Tentu saja jika melihat materi Al-Ain agak sedikit unggul meskipun Sriwijaya juga mempunyai materi yang tidak bisa dikatakan remeh dan bahkan mengimbangi Al-Ain sendiri. Sriwijaya sendiri seperti halnya melawan Muangthong tetap akan minus dengan beberapa pilar karena cedera dan membela timnas Indonesia. Selain itu, ada kabar bahwa Diano, pilar utama Sriwijaya di pertahanan benar-benar cedera serius dan tentu saja ini merupakan pekerjaan rumah bagi Ivan Kolev, sang pelatih. Diano sendiri ketika melawan Muangthong tampil cukup bagus meski dipaksakan. Akan tetapi, tuan rumah tetap optimis bisa memenangkan pertandingan.

Nada serupa juga diutarakan oleh pihak lawan. Gallo, pelatih Al-Ain mengatakan cukup percaya diri anak asuhnya bisa melawan Sriwijaya meski itu di kandang Sriwijaya dan juga cuaca panas yang menyengat. Menurutnya juga ada dua pemain yang mesti diwaspadai yaitu, Keith Gumbs dan Ferry Rotinsulu.

Jika Sriwijaya menang jelas nanti akan langsung tergabung di grup yang boleh dikatakan berat yaitu grup F bersama dengan Hangzhou Greentown, Nagoya Grampus 8, dan FC Seoul. Tentu saja Sriwijaya akan menemani Arema yang terlebih dahulu sudah ada di penyisihan dan menjadikan Indonesia memiliki 2 wakil sejak 2007.

Selasa, 15 Februari 2011

Australian sides in Asian Top Flight


Since 2006 Australia has moved to Asian zone or AFC so that this country can appear in world cup for main reason. Therefore, the Australian clubs from A-League (the top flight of Australian football) are allowed to compete in highest inter-Asia football clubs competition, AFC Champions league in next year. The A-Leagues sides are entered to ASEAN zone and play in group of east. This is a group where they will face a strongest club from 3 East Asian countries (Japan, Korea, and China) and middle even lower class from ASEAN such as from Indonesia, Thailand, Singapore, and Vietnam for the rest. The A-League sides have been given an exclusive right by the AFC maybe caused by the socerroos performance. The sides (2) are direct to compete in AFC Champions League without through a playoff series.
acl_trans  


This condition has increased the competition’s atmosphere in Asia. The A-League sides has felt a new situation that they will face many strongest clubs in Asia than in the past zone, Oceania and all people have known about it. And this situation has been felt by Asian too. For the AFC there is a beneficial effect that Australia joins to the AFC. Thanks this country AFC Champions League can be promoted in many other English channels like CNN and Fox Sport, 2 great media channels in the world which broadcast A-League for the recent time.

And now how about the A-League sides journey their self in this top flight competition?
There are 5 A-League sides which have join and compete. Adelaide United, Gold Coast Mariners, Melbourne Victory, Newcastle Jets, and Sydney FC are the A-Leagues sides which are mentioned in this competition. Adelaide has 3 times to compete and this appearance is similar with Melbourne Victory. Sydney FC 2 and Gold Coast and the last Newcastle have one for that.

By achievement side only Adelaide United could be said as A-League’s pride. They had reached the final in 2008 in the second appearance of A-League sides although defeated by the Japanese side, Gamba Osaka in two appointments. This is only one A-League side which has ever done and until present there are not others can do that.

After 2008 only Newcastle Jets, one of 2 new A-League side that has could passed from the group stage and then only could reached the second phase before the Korean Side, Pohang Steelers defeated 6-0.
In 2010 Adelaide United has tried to turning back for the glory but their journey has been stopped by the other Korean Side, Jeonbuk Motors in extra time.

And in this 2011 AFC Champions League the A-League has sent 2 best sides to compete with other Asian clubs. They are Sydney FC and Melbourne Victory. Both of them are seem to be familiar with this event because have ever appearance in AFC Champions League and of course they want to show their best performance from the experiences that they ever had. But if we see that they are placed in group with the main strongest team in Asia, we have to think could they pass from there? (Sydney FC is placed with Kashima Antlers, Shanghai Shenhua, and Suwon Samsung Blue Wings. Melbourne Victory with Jeju United Gamba Osaka, and Tianjin Teda).

Minggu, 13 Februari 2011

Sriwijaya 2-2 Muang Thong United. aet (7-6 pens)






acl_logo_2009_300x200Palembang: Sriwijaya defeated Muang Thong United 7-6 on penalties following a 2-2 draw after extra time in a thrilling AFC Champions League East Zone playoff at Jakabaring Stadium on Saturday.

The two sides shared one goal each in normal time and both scored another in extra time to ensure the encounter had to be settled by spot kicks.

There it was hosts Sriwijaya who came out on top, winning the shootout with Supardi converting the decisive effort after Weerawut Khayem’s penalty was saved by Ferry Rotinsulu.

Muang Thong were quick out of the blocks and forced Sriwijaya to defend in the first 20 minutes, with Pichitphong Choeichiu and Datsakorn Thonglao both having chances.

But Sriwijaya finally came to life when captain Keith Gumbs, who was surprisingly benched by coach Ivan Kolev, replaced Rudi Widodo in 36th minute.

Gumbs made an immediate impression and was distributing the ball all over the area and with the 38-year-old playing upfront, Ponaryo Astaman received more freedom to roam.

It was Ponaryo who sent a glorious long pass to free Arif Suyono just before the break and the Indonesia international delivered a perfect cross to Rendy Siregar, who connected with a volley that was superbly saved superbly by Muang Thong keeper Kawin Thamsatchanan.

But the hosts were not to be denied drawing first blood in the 49th minute when Gumbs’ free-kick took a deflection off a defender and went beyond Kawin’s reach.

Gumbs almost had a second in the 75th minute when he was sent through on goal but Kawin produced another fine save to keep his side in the game.

It was to prove a crucial intervention as the Thais equalised with nine minutes remaining when Datsakorn hit a wonderful curling free-kick into the back of the net.

Things took a turn for the worse minutes later though when Muang Thong were reduced to 10 men after Panupong Wongsa was shown his second yellow card for a foul on Gumbs, but the score-line remained the same after 90 minutes and the match went to extra time.

Despite their numerical disadvantage, Muang Thong went ahead in the 93rd minute after Teerasil Dangda sent a delightful lob over Rotinsulu.

It seemed like lady luck was not with Sriwijaya after series of wasted chances, but the Indonesian side finally pulled level after Thierry Gautessi connected to Budi Sudarsono’s 113th minute cross with a powerful header.

Sriwijaya had the chance to clinch the match after Ponaryo jinked past the keeper in the 124th minute but Gumbs failed to apply the finish and the match went to penalties.

source: www.the-afc.com

Jumat, 11 Februari 2011

Kualifikasi ACL 2011: SFC vs Muangthong: Indonesia vs Thailand babak kedua

Asian Champions League atau ACL tahun 2011 segera dimulai. Kualifikasi kejuaraan kasta tertinggi klub se-Asia ini akan menjadi pembuka hingga pada partai puncak di akhir tahun. Sabtu (12/2) ACL akan mulai memainkan dua partai kualifikasi untuk wilayah barat dan timur. Di barat akan berhadapan antara Al-Sadd dari Qatar dengan Al-Ittihad dari Suriah sedangkan di timur akan berhadapan antara Sriwijaya FC dari Indonesia melawan klub Thailand, Muangthong United.

Tentu saja karena blog ini berasal dari Indonesia maka pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Muangthong United. Pertandingan sendiri akan dilaksanakan di Palembang pada jam 3 sore dan akan disiarkan salah satu televisi swasta.

Pertandingan antara kedua klub memang baru untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, tetap saja menjadi seru sebab kedua klub mewakili kedua negara yang menjadi saingan di sepakbola Asia Tenggara, Indonesia dan Thailand. Tentu publik sepakbola nasional masih ingat dengan pertandingan grup terakhir antara Indonesia dan Thailand pada piala AFF tahun kemarin. Dengan heroiknya timnas Garuda bisa mengalahkan Thailand di menit-menit terakhir sekaligus memulangkan mereka lebih awal dari turnamen. Keadaan yang demikian bisa akan menjadi motivasi kedua tim kala bertanding.

Baik Sriwijaya dan Muangthong jelas bukan tim sembarangan di liga domestik masing-masing. Sriwijaya yang datang sebagai juara piala Indonesia 2010 dalam kualifikasi tentu mempunyai beberapa prestasi di antara menjadi double winner pada 2007 dan treble winner piala Indonesia. Tim asal Palembang ini juga dihuni oleh beberapa pemain yang mempunyai kualitas di atas rata-rata tim lain di Indonesia dan beberapa di antaranya masuk timnas Indonesia seperti Fery Rotinsulu, Arif Suyono, Firman Utina, Muhammad Ridwan dan Oktovianus Maniani. Selain mereka ada juga nama Keith Kayamba Gumbs, sang pemain gaek yang masih masuk dalam pemain timnas Saint Kitt dan Nevis dan Thierry Gatthuessi, pemain asal Kamerun yang sempat sekali membela timnas Kamerun.

Sedangkan Muangthong United sendiri berstatus sebagai juara liga Thailand dan ini untuk kedua kalinya. Beberapa pemain yang berada di dalam tim ini juga bukan pemain sembarangan dan kebanyakan juga mempunyai status pemain nasional Thailand. Sebut saja Datsakorn Thonglao, Nattaporn Phanrit, Kawin Thamsatchanan, Pitchipong Choeichiu dan Teerasil Dangda. Selain mereka ada nama Zesh Rehman, pemain nasional Pakistan, Dagno Siaka, mantan pemain U-21 Pantai Gading, dan Toni Kalio, mantan pemain English Premier League dan timnas Finlandia.

Dari ukuran prestasi internasional harus diakui Sriwijaya kalah dari klub yang berafiliasi dengan Atletico Madrid ini. Muanthong seperti melanjutkan kesuksesan klub-klub Thailand di Asia adalah semifinalis piala AFC tahun 2010 sedangkan Sriwijaya di tahun lalu hanya mampu mencapai babak 16 besar. Akan tetapi, Sriwijaya mempunyai pengalaman dalam kualifikasi sebab tahun kemarin sempat ikut namun kalah oleh Singapore Armed Forces. Tahun kemarin Sriwijaya kalah karena main di kandang lawan bukan kandang sendiri dan karenanya menjadi tuan rumah akan dimanfaatkan sebaik-sebaiknya oleh laskar wong kito.

Namun, kendala sedang menghantui Sriwijaya. Tim ini sudah dipastikan minus Firman Utina yang cedera dan Oktovianus Maniani yang belum ketahuan kabarnya karena sedang diperebutkan oleh klub si empunya dengan tim nasional apalagi yang bersangkutan baru saja menjalani laga internasional melawan Hongkong pekan ini. Sudah dipastikan Okto akan kelelahan.Kabar lainnya adalah Rachmat Latief dan Korinus Fingkrew sudah dipastikan juga absen karena masalah administrasi.  Maka, mau tidak mau dalam laga ini Arif Suyono akan menjadi tumpuan dan berniat menjadi inspirator kemenangan seperti yang ia tunjukkan dalam pertandingan piala AFF melawan Thailand. Kemenangan atas Pelita pada kamis (10/2) dan bonus besar akan coba dijadikan motivasi untuk meraih kemenangan. 

Keadaan berbeda justru dialami Muangthong. Tim ini hampir semuanya lengkap dan tanpa kendala apalagi para pemain Muangthong mempunyai banyak waktu untuk istirahat. Hal ini dikarenakan tidak sedang dalam menjalani laga domestik karena liga Thailand sendiri baru mulai pada 26 Februari. Apalagi Muangthong mempunyai keuntungan karena salah satu pemainnya, Paitoon Tiepma, pernah bermain selama 3 musim di Indonesia dan bermain untuk Persijap. Jadi, dia mengetahui lebih banyak tentang Sriwijaya. Keunggulan dalam fisik serta pengetahuan adalah modal berharga untuk klub terkaya Thailand ini. Meski begitu, Muangthong tetap tidak mau meremehkan Sriwijaya dan bersikap waspada.

Di atas kertas memang jelas Muangthong lebih unggul bahkan dalam peringkat klub-klub Asia. Muangthong berada di peringkat 7 dan Sriwijaya 21. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan Sriwijaya agak lemah menghadapi klub asal Thailand. Tahun lalu tersingkirnya Sriwijaya dari piala AFC akibat kalah dari klub Thailand, Thai Port.

Jika bisa menang dari Muangthong, Sriwijaya akan menghadapi klub yang lebih berat lagi, Al-Ain dari Uni Emirat Arab pada 19 Februari untuk bisa masuk ke dalam penyisihan grup.

Selasa, 07 Desember 2010

AREMA Berat, Persipura Sedang!

Arema Indonesia FC akan menghadapi lawan-lawan yang begitu tangguh pada ajang AFC Champions League 2011 nanti. Kepastian itu didapat setelah tim asal kota Malang itu satu grup dengan Cerezo Osaka (Jepang), Shandong Luneng (China), dan Jeonbuk Motors (Korsel) pada grup G di ajang kejuaraan antar klub se-Asia tersebut pada undian grup yang dilakukan AFC hari ini di Kuala Lumpur, Malaysia. Arema juara Liga Super Indonesia musim lalu itu jika dilihat dalam grup tersebut bisa dikatakan hanya sebagai penggembira karena tradisi klub-klub Indonesia yang tidak bagus dan kurang mengesankan. Apalagi pelatih Arema, Miroslav Janu yang menyadari akan hal tersebut juga tidak muluk-muluk mengenai peluang Arema di kompetisi ini.
acl2011_draw_3x2


Sementara itu runner-up Liga Super Indonesia musim lalu Persipura akan bermain di AFC Cup dan ditempatkan di grup H bersama South China (Hongkong), Chonburi (Thailand), dan East Bengal (India). Jika dilihat kekuatan semua tim cukup merata dan Persipura berpeluang lolos ke babak kedua.

Sementara itu juara piala Indonesia 2010, Sriwijaya FC harus melalui babak play-off untuk menemani Arema di AFC Champions League. Sriwijaya akan menghadapi lawan cukup berat dari Thailand, Muangthong United, semifinalis AFC cup tahun ini. Pertandingannya akan digelar pada Februari 2011. Jika berhasil mengalahkan Muangthong, klub asal Palembang tersebut akan ditunggu klub asal Uni Emirat Arab, Al Ain untuk bisa memastikan lolos ke babak utama dan akan ditempatkan di grup F bersama Hangzhou Greentown (China), FC Seoul (Korsel), dan Nagoya Grampus (Jepang).

Pertandingan kedua ajang milik AFC ini akan dimulai pada Maret 2011 dan berakhir pada November 2011. Finalnya tetap digelar di satu tempat namun akan diselenggarakan di salah satu tempat finalis melalui undian.