BLOGGER TEMPLATES AND Friendster Layouts »
Powered By Blogger

Latest Photos

Latest News

Rabu, 22 September 2010

Selamat Datang Liga Super 2010/2011

Pekan ini terutama di akhir pekan tepat tanggal 26 September kembali Liga Super Indonesia edisi ke-3 akan digelar. Pertandingan pertama musim 2010/2011 ini akan ditandai dengan pertandingan community shield antara Arema Indonesia (juara liga) dengan Sriwijaya FC (juara Piala Indonesia). Selain community shield juga akan digelar pertandingan-pertandingan lain di beberapa tempat.

Menjelang musim baru bergulir tentu saja menjadi tradisi tiap klub-klub yang berlaga untuk memperbarui amunisi mereka baik dari pemain dan pelatih. Maka transfer pemain dan pelatih pun dilakukan begitu juga dengan ujicoba untuk mengasah kesiapan mental demi kompetisi nomor satu di Indonesia dan nomor delapan di Asia ini.

Liga Super Indonesia edisi kali ini tetap berjumlah 18 klub dengan 3 pendatang baru yaitu, Semen Padang, Persibo Bojonegoro, dan Delta Sidoarjo. Ketiganya bersama-sama dengan penghuni LSI yang lama akan memainkan 306 pertandingan di 17 kota yang tersebar di 11 provinsi yang dimulai dari Sumatera Barat hingga Papua dengan PT Djarum tetap sebagai sponsor utama dan PTLI sebagai pelaksana.

Lepas dari itu semua tetap saja akan ada permasalahan klasik yang selalu melingkupi sebagian besar peserta mulai dari dana APBD, ketidaklayakan stadion, keterlambatan beberapa pemain asing karena masalah administrasi, gaji terlambat, masalah keuangan, suporter, dan intervensi pihak keamanan khususnya pertandingan di Jakarta. Selain itu masalah baru muncul dengan munculnya LPI sebagai kompetisi tandingan.
Meskipun begitu Liga Super Indonesia tetap akan digelar karena untuk menghormati kerja dengan PT Djarum dan juga untuk menyesuaikan waktu dengan agenda timnas menjelang Piala AFF 2010.
 
Akhir kata, selamat datang Liga Super Indonesia 2010/2011.

Senin, 20 September 2010

Yang Berubah: Tren Kepenggemaran Sepakbola di Indonesia

Makin maraknya siaran langsung maupun tunda EPL atau English Premier League di Indonesia yang ditayangkan dua stasiun televisi nasional milik MNC, Global TV dan TPI pada saat akhir pekan membuat kompetisi sepakbola yang satu ini menjadi semakin populer di Indonesia. Tak henti-hentinya dua stasiun itu menyiarkan kompetisi ini secara penuh untuk beberapa musim demi memanjakan para penggila sepakbola di Indonesia yang juga merupakan pasar bisnis di Asia yang menguntungkan untuk EPL. Beberapa partai atau pertandingan yang disiarkan pun juga termasuk di dalamnya beberapa partai big match dan super sunday.

Namun situasi ini sungguh berbeda ketika pada 10 tahun lalu saat siaran langsung kompetisi luar negeri masih didominasi oleh Serie A Italia. Pada masa-masa tersebut kompetisi nomor satu negeri Pizza tersebut masih begitu gemerlap di benua biru dan menjadi nomor satu di Eropa sehingga memang tak salah jika RCTI, sebagai pemegang hak siar masih mau menyiarkannya sejak dari awal 90-an.

Situasi itu berubah ketika terjadi calciopoli yang membuat kabut hitam sepakbola Italia. Perlahan tapi pasti Serie A mulai ditinggalkan para peminatnya. Beberapa stasiun televisi juga mempertimbangkan kembali menyiarkan Serie A apalagi ditambah mahalnya hak jual penyiaran. Di Indonesia hal yang demikian juga berlaku hingga akhirnya Serie tak disiarkan lagi dalam dua tahun terakhir oleh stasiun manapun.

Keberadaan penyiaran EPL di Indonesia memang dianggap tepat karena prestasi-prestasi yang dimiliki oleh klub-klub Inggris dalam beberapa tahun terakhir di Eropa. Hal itu juga karena keberhasilan propaganda bagian pemasaran EPL untuk bisa mendapatkan sponsor-sponsor yang menunjang EPL sehingga EPL menjadi yang terpopuler di dunia meskipun di AS kompetisi ini masih kalah oleh NFL. Akhir kata, sebuah tren kepenggemaran di Indonesia telah bergeser.

Sabtu, 18 September 2010

LPI: Sebuah revolusi, tandingan atau kerumitan?

Kompetisi Liga Super yang baru belum bergulir, namun sebuah berita penting terjadi tepatnya kemarin (17/9). Sebuah kompetisi sepakbola baru diumumkan dan direncanakan akan digulirkan pada Oktober mendatang. Liga Primer Indonesia. Begitulah nama kompetisi tersebut. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa kompetisi ini akan mengikuti sistem  kompetisi Liga Primer di Inggris dan kenyataan memang seperti itu. Begitu yang diungkapkan oleh Arya Abisheka, salah seorang perumus tim ini. Liga Primer Indonesia atau LPI ini nantinya akan menjadi liga yang terpisah dengan PSSI dan beberapa klub di dalamnya diharapkan akan menjadi profesional dalam arti yang sebenarnya. Itu berarti klub-klub yang ada akan mandiri secara finansial dan tidak tergantung APBD seperti selama ini. Mengikuti juga sistem yang berlaku di Liga Primer Inggris bahwa setiap klub akan mempunyai hak siar dan akan mendapat keuntungannya. Klub-klub yang nantinya akan berkompetisi akan dibiayai oleh sebuah konsorsium pimpinan Arifin Panigoro, pengusaha yang juga pencetus kompetisi ini. Dan pada LPI edisi perdana ini akan diikuti oleh 15 klub dari 20 klub yang diundang.

Tentu saja kehadiran LPI bisa membawa angin perubahan yang  secara formal dan substansi. Ide ini jelas bukan ide main-main mengingat sang pencetus, Arifin Panigoro punya kemampuan finansial yang bisa mewujudkan semuanya dan juga karena ia adalah pemerhati olahraga di Indonesia termasuk juga sepakbola. Dikatakan LPI ada untuk membuat perubahan dalam sepakbola tanah air.

Namun, kehadiran LPI ini jelas disambut dingin dan ancaman oleh PSSI yang mengatakan LPI adalah kompetisi tandingan yang akan merusak struktur sepakbola yang sudah diatur PSSI melalui PTLI dan organisasi tertinggi di Indonesia itu mengancam bahwa klub-klub yang ikut akan kehilangan haknya di pentas nasional dan ini bisa berakibat buruk di mata FIFA karena menggelar kompetisi dil luar kompetisi resmi. Namun hal tersebut ditepis bahwa pembentukan LPI bukan untuk menandingi tetapi memperbaiki kompetisi yang ada.

Saya yang melihat situasi di atas malah melihatnya seperti sesuatu yang rumit. Dalam pikiran saya bagaimana nanti jadinya klub-klub yang ikut LPI adalah juga peserta LSI. Apakah yang ikut adalah tim b dari klub-klub tersebut atau malah klub itu akan dibuat menjadi dua seperti Persija yang pada akhirnya malah menimbulkan polemik? Apapun itu demi kemajuan sepakbola tanah air saya mendukung namun tidak harus dengan serumit ini....

Kamis, 16 September 2010

Review Liga Champions 2010/2011 pertandingan pertama: Pamer kekuatan klub-klub besar dan mandulnya MU di Old Trafford

Pertandingan pertama UEFA Champions League 2010/2011 sudah selesai. Sebanyak 45 gol tercipta pada 16 pertandingan yang dimainkan 32 klub bersangkutan dalam rentang waktu dua hari (14 dan 15/09). Barcelona dan Arsenal tercatat sebagai klub-klub yang sukses mendulang gol lebih banyak. Barcelona menghancurkan Panathinaikos 5-1 sedangkan Arsenal mencukur Braga 6-0. Klub-klub besar lainnya juga sukses dengan kampanye awal mereka di ajang antarklub Eropa ini seperti Real Madrid, AC Milan, Bayern Muenchen, Chelsea, dan Lyon. Hanya  Manchester United  dan Inter Milan, sang juara bertahan yang terlihat kurang beruntung karena harus puas bermain dengan skor kacamata di Old Trafford melawan Glasgow Rangers dan bermain imbang 2-2 sama dengan pendatang baru dari Belanda, FC Twente yang tentu saja merupakan sebuah kejutan.

Kejutan lain juga diperlihatkan oleh Tottenham Hotspur, sang pendatang baru yang sanggup menahan imbang Werder Bremen di kandang. Sementara itu, Bursaspor, sang pendatang baru dari Turki mesti mengalami pil pahit dalam debutnya karena harus dihancurkan Valencia 4-0 di kandang sendiri.

Spartak Moskow yang baru kembali lagi ke ajang ini memulai kampanye baru dengan menaklukan Marseille dengan skor tipis 1-0 di Velodrome.

Berikut hasil lengkap pertandingan pertama
Twente-Inter 2-2
Bremen-Tottenham 2-2
Lyon-Schalke 1-0
Benfica-Hapoel Tel Aviv 2-0
Manchester United-Rangers 0-0
Bursaspor-Valencia 0-4
Barcelona-Panathinaikos 5-1
Copenhagen-Rubin Kazan 1-0
Muenchen-Roma 2-0
Cluj-Basel 2-1
Marseille-Spartak Moskow 0-1
Zillina-Chelsea 1-4
Madrid-Ajax 2-0
Milan-Auxerre 2-0
Arsenal-Braga 6-0
Shakhtar-Partizan 1-0

Senin, 13 September 2010

Preview Champions League 2010/2011

Pada hari Selasa dan Rabu (14 dan 15 September) atau Rabu dan Kamis waktu Indonesia, UEFA akan kembali menyelenggarakan hajatan terbesar tahunannya yaitu: UEFA Champions League 2010/11. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya kejuaraan antarklub Eropa termashyur di dunia ini akan diikuti oleh 32 klub dari berbagai negara Eropa anggota UEFA termasuk Turki dan Israel yang tergabung dalam 8 grup. Format yang digunakan adalah sistem tandang-kandang dan akan berlaku sampai akhir tahun dengan meloloskan 2 klub dari tiap grup hasil dari 6 pertandingan. Setelah itu setiap 2 klub yang lolos akan dipertemukan kembali pada babak sistem gugur dari mulai perdelapan final hingga semifinal juga dengan sistem tandang-kandang. Final sendiri yang menggunakan sistem satu partai dijadwalkan akan digelar di stadion Wembley pada 28 Mei 2011.

Pada partai perdana ini akan tersaji 13 pertandingan dari klub-klub tersebut. Tujuh pertandingan pada hari pertama dan enam pada hari kedua. Beberapa pertandingan tentu saja akan menyajikan duel menarik. Sebut saja duel britania antara Manchester United dan Glasgow Rangers di Old Trafford. Tak hanya sekedal berlabel duel britania, duel ini juga akan dianggap menarik karena akan mempertemukan Sir Alex Ferguson dengan Walter Smith. Kedua pelatih yang akan berseberangan ini mempunyai hubungan persahabatan yang khas sebagai teman dan pelatih. Jelas, keduanya sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing. Selain itu partai ini juga akan menjadi ajang bagi Fergie-panggilan Ferguson melawan klub yang pernah dibelanya semasa bermain.
Partai lain yang tidak kalah seru adalah pertemuan antara Real Madrid dengan Ajax dan akan dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Meskipun di atas kertas Ajax tampaknya kalah materi dengan Madrid namun semangat muda Ajax yang dikomadoi Luis Suares bisa menjungkalkan Los Galaticos Madrid yang dilatih oleh Jose Mourinho apalagi dari segi historis Ajax bukanlah klub sembarangan. Dalam persiapan duel ini setidaknya Madrid baru arahan Mourinho bisa bernapas lega usai menang tipis atas Osasuna 1-0 di kandang sendiri pada pekan kedua la liga. Setidaknya hal ini akan memberikan kepercayaan diri yang bagus meskipun di pihak lawan juga dalam keadaan yang sama usai membantai Willem II 2-0 di eredvisie.

Partai-partai lainnya yang bisa dibilang prestisius adalah Bayern Muenchen vs AS Roma. Kedua tim yang sama-sama diunggulkan untuk lolos ke babak berikut sama-sama mengalami masa-masa yang tidak menyenangkan di liga lokal masing-masing. Muenchen ditahan imbang tanpa gol oleh Bremen sedangkan Roma dicukur habis 5-1 oleh Cagliari. Jadi, secara psikologis keuntungan ada di pihak Muenchen.

Sedangkan juara bertahan Inter Milan akan menghadapi lawan ringan yaitu, juar liga Belanda, Twente dan Barcelona, klub pertama pemegang 6 gelar dalam setahun akan menghadapi Panathinaikos.

Berikut partai-partai pertama Liga Champions pada 14 dan 15 September 2010:
Twente-Inter
Bremen-Tottenham
Lyon-Schalke
Benfica-Hapoel Tel-Aviv
MU-Rangers
Bursaspor-Valencia
Barcelona-Panathinaikos

Muenchen-Roma
Cluj-Basel
Marseille-Spartak Moskow
Zillina-Chelsea
Madrid-Ajax
Milan-Auxerre 
 

Sabtu, 04 September 2010

Review Pertandingan Pertama Kualifikasi EURO 2012: Pentas bangkitnya tim-tim raksasa terluka

Dinihari tadi UEFA sebagai konfederasi sepakbola Eropa telah menyelenggarakan pertandingan pertama kualifikais EURO 2012 yang mempertandingkan 22 pertandingan dengan diantaranya melibatkan tim-tim besar Eropa. Hasil-hasil yang diperoleh untuk saat ini menunjukkan beberapa tim-tim besar Eropa tidak menunjukkan kesulitan untuk mengalahkan lawan-lawan mereka. Juara dunia Spanyol masih terlalu perkasa untuk negara sekecil Liechtenstein di grup I dan dibekap dengan skor 4-0. Belanda yang merupakan runner-up Piala Dunia 2010 juga tidak mengalami kesulitan kala mencukur San Marino 5-0. Inggris, Italia, dan Jerman pun juga demikian.

Namun dari hasil-hasil tersebut ada yang perlu diperhatikan. Kemenangan Inggris 4-0 atas Bulgaria di Wembley serta juga kemenangan Italia 2-1 atas tuan rumah Estonia seperti membangkitkan asa kembali untuk dua tim raksasa Eropa tersebut yang terpuruk pada pegelaran Piala Dunia lalu untuk bisa berjaya kembali.
Meskipun begitu ada juga beberapa tim-tim raksasa Eropa yang kurang beruntung seperti Perancis yang harus menelan kekalahan tipis 1-0 di kandang sendiri dari Belarusia dan menjadi debut terburuk Laurent Blanc sebagai pelatih kepala les blues usai menggantikan Raymond Domeneh yang gagal di Piala Dunia akibat ketidakharmonisan tim serta Portugal yang harus mau ditahan Siprus 4-4.

Hanya saja ini baru pertandingan pertama. Itu berarti masih banyak lagi pertandingan yang harus dilakukan untuk menuju pentas yang sesungguhnya. Ingat bagus di kualifikasi belum tentu kompeten di pertarungan sebenarnya!

Rabu, 01 September 2010

Milan on the track?

Peminjaman Zlatan Ibrahimovich dari Barcelona, kemenangan sensasional di pekan pertama Serie A atas Lecce dan pembelian Robinho dari Manchester City dua hari kemudian membuat banyak pengamat sepakbola internasional yang menjagokan AC Milan sebagai klub yang setidaknya akan berjaya di kompetisi lokal.  Hal itu dilihat juga dari akan terjadinya duet trio maut di barisan depan antara Pato, Ibrahimovich, dan Robinho dengan Ronaldinho sebagai penyokong di belakang. Duet yang membuat sebagian besar peserta Serie A ketar-ketir.

Sepertinya agak berlebihan dan terlalu dini AC Milan akan kembali ke jalur sebenarnya, jalur juara. Namun, jika melihat pada kenyataan yang diatas hal tersebut bisa saja menjadi kenyataan. Sudah 3 tahun klub berjuluk rossonerri ini kering gelar dan juga ditimpa masalah internal mulai dari keuangan, status Silvio Berlusconi yang juga perdana menteri Italia, ejekan dari ultras hingga ketidaksetiaan suporter. Belum lagi Milan adalah klub yang ogah berbelanja pemain muda dan lebih menyukai pemain tua. Bahkan sebagian besar skuad Milan memang masih diisi pemain-pemain tua
.
Prestasi klub rival satu kota, Inter yang mampu juara Serie A dalam 5 musim terakhir dan juga meraih 3 gelar dalam semusim musim lalu ditenggarai menjadi keinginan Milan untuk berbenah. Massimiliano Allegri, pelatih yang sempat mengejutkan dengan Cagliari ditunjuk menggantikan Leonardo yang dianggap gagal total dan belum berpengalaman. Allegri langsung diserahin tugas berat untuk membawa Milan kembali ke asalnya. Maka untuk merealisasikannya, beberapa langkah dilakukan termasuk peminjaman dan pembelian Ibrahimovich dan Robinho. Sebelumnya, Milan juga sudah membeli Mario Yepes, pemain belakang asal Kolombia serta peminjaman Kevin-Prince Boateng dan Bruno Montelongo.

Well, jika memang demikian patutlah kita tunggu semua perubahan yang sedang dilakukan mantan klub terbaik dunia ini.