BLOGGER TEMPLATES AND Friendster Layouts »
Powered By Blogger

Latest Photos

Latest News

Minggu, 27 Februari 2011

Dari Jalan Hingga Tokoh: Nama-nama Stadion dalam Sepakbola

Sepakbola sebagai sebuah olahraga permainan tentunya membutuhkan sebuah tempat bernama stadion agar permainan tersebut dapat dilihat orang banyak dengan cara mendukung atau sekedar menyaksikan saja. Stadion-stadion dalam sepakbola sebagaimana stadion-stadion dalam olahraga permainan lainnya tentu saja mempunyai nama. Nama itu ada agar orang dapat cepat mengingat arena atau stadion tersebut.

Seoul World Cup Stadium in Seoul
Di sepakbola stadion-stadion yang ada mempunyai nama-nama yang berbeda satu sama lain meskipun itu dalam satu negara atau wilayah. Nama-nama yang sering muncul dalam penamaan stadion bisa berupa nama jalan, daerah, tokoh yang berpengaruh, peristiwa-peristiwa penting, dibangun untuk even tertentu, sponsor, keadaan arsitektural stadion atau malah nama klub si empunya stadion.

Stadion yang biasanya memakai nama jalan seperti stadion Anfield Road milik Liverpool, Elland Road (Leeds United), Via del Mare (Lecce) atau stadion Jalan Besar yang berada di Singapura. Untuk yang memakai nama tempat baik itu di taman, kecamatan, kota dan kabupaten seperti stadion St. James Park di Tyne and Wear, stadion San Siro di Milan, stadion Lebak Bulus di Jakarta, atau stadion Shah Alam di Malaysia. Sedangkan stadion yang mempunyai nama-nama tokoh berpengaruh khususnya dalam perjalanan suatu bangsa atau malah klub itu sendiri seperti stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, stadion Renato Curi di Perugia, Artemio Franchi di Firenze atau Santiago Bernabeu di Madrid.

 Peristiwa-peristiwa penting seperti stadion 10 Nopember di Surabaya, stadion 5 Julliet 1962 di Algier, 20 de Octubre di Tristan Suarez dan even-even penting seperti stadion yang dinamakan dengan nama olimpiade yaitu stadion Olimpiade Berlin, Olimpiade Muenchen, Olimpico Roma, Piala Dunia Seoul, dan Piala Dunia Suwon. Yang memakai nama sponsor dan biasanya ini untuk tujuan komersial seperti stadion Signal Iduna Park di Dortmund, Emirates di London, Allianz Arena di Muenchen, Reebok di Horwich dan Turk Telecom Arena di Istambul.

Kemudian yang menggambarkan keadaan arsitektural seperti stadion Da Luz di Lisbon, Stadium of Light di Tyne and Wear, dan Sapporo Dome di Sapporo dan yang terakhir dengan nama klub si empunya stadion. Biasanya ini juga untuk keperluan komersial seperti stadion Feyenoord di Rotterdam.

Demikianlah penjabaran secara singkat nama-nama stadion dalam sepakbola dan beserta contoh-contohnya meski sedikit. Adanya nama-nama yang berbeda disebabkan juga karena keberadaan stadion-stadion itu dalam konteks budaya yang berlaku seperti sejarah, geografi, dan sebagainya dan tentu saja jika mau jeli nama-nama seperti ini malah bisa dijadikan akses untuk membuka lembaran mengenai sebuah peristiwa yang terjadi.

Sabtu, 26 Februari 2011

EPL di Amerika: Populer Tetapi Tidak Terlalu Populer

English Premier League atau EPL atau Liga Inggris memang kompetisi sepakbola nomor satu sejagad. Hal itu dikarenakan klub-klubnya yang selalu bersaing dalam bursa juara dengan mengandalkan pemain-pemain kelas dunia. Hampir setiap klub bahkan medioker atau kecil sekalipun akan mempunyai pemain-pemain berkualitas yang kebanyakan berasal dari Eropa daratan, Amerika Latin, Afrika dan bahkan Asia. Bisa dibilang persaingan terkadang berada di ambang ketipisan. Selain itu beberapa klub Inggris adalah penguasa di Eropa.
Keadaan yang demikian membuat EPL memang semakin dikagumi dan menarik banyak investor asing untuk berbisnis sejak EPL oleh FA dinyatakan sebagai kompetisi profesional berbasis pada kemandirian dan bisnis dengan menjadikan EPL adalah sebuah perusahaan yang terlepas dari FA. Namun, di sisi lain harus diakui keadaan yang demikian tidak berpengaruh banyak terhadap timnas meskipun kehadiran pemain asing di kompetisi ini memberikan banyak pelajaran bersepakbola terhadap Inggris yang tidak harus selalu menggunakan kick and rush namun juga move and attack ala total voetbal serta teknik dari Amerika Latin dan Spanyol. Bahkan yang berjaya kebanyakan di kompetisi ini adalah para pemain asing yang sukses mengantarkan timnasnya juara di ajang internasional.

Sebab EPL adalah sekarang kebanggaan nasional Inggris dan juga Britania Raya maka tidak heran jika kebanggan itu coba disalurkan ke sekutu trans Atlantik mereka, Amerika Serikat yang lebih cenderung mempopulerkan american football, bisbol, dan juga basket. Jaringan-jaringan kontrak dengan televisi besar seperti Sky Sports, ESPN serta lainnya yang berpengaruh dalam dunia televisi olahraga internasional menyebabkan adanya akses yang mudah untuk bisa memasarkan EPL di negeri Paman Sam. Hasilnya, bisa dilihat dalam beberapa tahun terakhir EPL termasuk salah satu kompetisi olahraga yang populer selain ketiga olahraga asli AS sendiri. Namun, itu dalam artian EPL masih kurang populer dan lebih populer daripada MLS sendiri.

Keadaan yang demikian menyebabkan EPL adalah satu-satunya kompetisi olahraga khususnya sepakbola di luar AS yang mampu meraup jumlah pendukung dan pendapatan di luar Inggris meskipun itu masih kalah dengan american football. Keberadaan klub-klub besar Inggris seperti MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool dan lainnya yang sering mengadakan turnamen pra-musim serta juga keberadaan eks pemain-pemain EPL seperti David Beckham dan Frederick Ljungberg menjadikan EPL semakin mudah melakukan ekspansinya ke AS apalagi jika salah satu pemain MLS ada yang bermain di EPL.

Kamis, 24 Februari 2011

Italia Sirna Lagi?

Partai pertama babak 16 besar UEFA Champions League musim ini telah rampung. Dalam pertandingan yang dilakoni oleh 16 klub dari grup masing-masing setidaknya telah terjadi sebuah kejutan. Di luar dugaan Arsenal mampu membungkam Barcelona 2-1 meski tertinggal terlebih dahulu dan juara bertahan Inter Milan keok oleh lawannya di final musim lalu, Bayern Muenchen.

Akan tetapi ada yang menarik untuk disimak lagi dalam partai pertama ini. Tiga wakil Italia (kembali) tumbang dan semua itu terjadi saat mereka mendapatkan hak eksklusif menjadi tuan rumah. Wakil Italia pertama, AC Milan tumbang oleh debutan kuda hitam Tottenham Hotspur. Tumbangnya Milan juga diwarnai insiden penandukan Gennaro Gatusso. Sehari kemudian giliran AS Roma yang tumbang. Dengan status sebagai tuan rumah dan sempat unggul terlebih dahulu, tanpa dinyana mereka harus menyerah oleh kelincahan samba Eropa timur, Shaktar Donetsk. Dan terakhir seminggu kemudian atau tepatnya giliran Inter.

Tumbangnya wakil-wakil negeri pizza ini seperti mengulangi kejadian pada 2 tahun lalu ketika 3 tim asal Italia (Juventus, Inter, dan Roma) tumbang bersamaan oleh klub-klub Inggris (Manchester United, Chelsea, dan Arsenal). Keadaan yang demikian membuat sepakbola Italia seperti mendekati titik nadir.

Meskipun pada 2010 kemarin, Italia sempat terselamatkan oleh Inter Milan tetapi sejak piala Dunia 2006 tak ada sama sekali dominasi Italia di kejuaraan antarklub Eropa ini seperti yang pernah dibuat pada musim 2002-2003 hingga 2005-2006. Praktis, setelah itu hanya ada 1-2 klub Italia yang mampu bertahan hingga melaju ke final. Itu pun hanya terjadi pada 2007 dan 2010.

Memang Inter menjadi penyelamat Italia namun bukan berarti itu bisa mendongkrak rangking serie A di Eropa yang akhirnya turun ke posisi 4 dan tergeser oleh Bundesliga. Keadaan yang demikian membuat sepakbola Italia yang masih dihantui calciopoli serta manajemen liga dan suporternya harus terus-menerus dibenahi. Praktis mulai musim depan Italia hanya diwakili 3 klub. 

Namun, bola itu bundar meskipun harus diakui peluang klub-klub Italia di kandang lawan cukup berat. Bila demikian keadaanya Italia harus menerima kembali kesirnaannya dan bukan menjadi negara yang tim-timnya harus selalu diunggulkan.

Selasa, 22 Februari 2011

Misi Balas Dendam di Stade de Gerland

Dendam terkuak di Stade de Gerland. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah pertandingan babak 16 besar Lyon kontra Madrid di UEFA Champions League beberapa jam lagi. Tentu saja pertandingan keduanya bukan untuk yang pertama kali dan sudah sering terjadi dalam 4-5 tahun terakhir. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut justru Lyon, klub asal kota tenang di Perancis yang mampu dan sering menundukkan kemaharajaan Madrid. Dari sini sudah bisa diketahui bahwa los galaticos Real Madrid akan mengusung misi balas dendam atas Lyon.
Carvalho keen to end Madrid's Lyon hoodoo

Kelihatannya di atas kertas begitu mudah apalagi Madrid adalah tim yang mempunyai banyak pemain kelas dunia serta pelatih kelas dunia juga. Namun, Lyon bukanlah lawan sembarangan apalagi jika melihat rekor pertemuan keduanya yang selalu memihak ke klub Perancis tersebut. Jadi, dipastikan Madrid harus berhati-hati.

Claude Puel mengatakan meskipun musim lalu timnya bisa mengalahkan Madrid namun dia tetap harus waspada sebab Madrid yang sekarang adalah Madrid yang beda dengan pusaran kekuatan berada di lini tengah karena dihuni oleh pemain-pemain baru seperti Sami Khedira, Angel di Maria, dan Mesut Oezil. Belum lagi ada Christiano Ronaldo di sana. Meskipun andalannya, Lisandro Lopes cedera Puel tetap yakin bisa mengalahkan Madrid kembali.

Sedangkan di seberang, Jose Mourinho mengatakan Lyon tim yang bagus dan tanpa harus melihat ke masa lalu dan statistik ia yakin anak asuhnya bisa membungkam Lyon. Keyakinan itu ia dapatkan karena kebanyakan dari anak asuhnya belum pernah melakoni partai yang demikian. Akan tetapi ada berita yang kurang sedap dari Madrid. Pemain penting seperti Kaka cedera. Belum lagi Gonzalo Higuain dan Pepe sementara beberapa cadangan seperti Jerzy Dudek dan Fernando Gago juga demikian.

Namun, lepas dari itu tetap saja partai ini akan menarik. Kabarnya untuk bisa menang, Madrid telah menugaskan Zinedine Zidane sebagai mata-mata.

Senin, 21 Februari 2011

Poor Roma!


Roma is on crisis! This is really absolute! Their performance in Serie A and UEFA Champions League are the main reason. There is no problem with players such as injury or banning and even in the management. The situation looks like a nice.
But 4 losses in 4 last matches including against Genoa yesterday obviously cannot give apologize. When the wolves were defeated by the serie A’s defending champion, Inter Milan, Romanisti-the Roma’s supporter group could understand maybe. The match against Inter was held in Giuseppe Meazza moreover. But against Napoli in their ground home and that unsuccessful slowly the trust was gone. Their position in standings is continuing to go down to middle. The hope to be scudetto or Serie A champion is so far certainly.
However the supporters could understand it again. The loss from Napoli was indicated for the preparation in UEFA Champions League against Ukrainian side, Shaktar Donetsk. The match was held in the same place. The supporters had optimized their team could get a winning and through to the quarterfinal after 2007. They saw the opponent was not a strong team. This condition was felt by the players and they wanted gain a victory.
In the fact there is no a similar situation. Roma continued their loss again with the score 4-3 although Simone Perrota gave a euphoria in Olimpico in the beginning. This loss was compounded by Jhon Arne Riise. He gave a blunder and made the opponent gaint the victory. The Riise’s action was not the first time because in his former club, Liverpool he did the same.
And in the last macth yesterday against Genoa in the beginning they were superior and scored 3-0. But Genoa responded and they could defeat the capital’s team 4-3. The supporters were annoyed and mocked their player the mercenaries. Claudio Ranieri after that match resigned directly and Rosella Sensi, the president would give an announcement tomorrow who is the next coach for Roma. Carlo Mazzone is always mentioned would take the position but he always avoid this sentence.
However Roma must be saved by someone who understands about the club. The management has to look a right person. The target is given to the person has to bring Roma to the right position and through the Europe zone in some last matches of Serie A. And in the next season if Roma would increase their performance they have to buy some quality players but Roma has to change their management for the first.

Jumat, 18 Februari 2011

Hidup-mati SFC-Al-Ain di laga final playoff

Mau atau tidak, siap atau tidak, demi memuluskan langkahnya, Sriwijaya FC harus meladeni sebuah pertarungan amat penting pada Sabtu (19/2) di stadion Jakabaring, Palembang dalam laga final play-off wilayah timur AFC Champions League 2011. Pemenang dari laga ini akan masuk ke dalam penyisihan grup yang sebelumnya sudah diundi pada 7 Januari lalu.

Namun, lawan Sriwijaya esok adalah bukan lawan yang sembarangan. Al-Ain adalah klub asal negeri kaya minyak di kawasan teluk, Uni Emirat Arab. Tim berjulukan "Boss" ini adalah salah satu klub elit di kompetisi domestik negeri yang sudah dua kali oleh FIFA dijadikan perhelatan piala Dunia Antarklub. Tak hanya itu, kejuaraan antarklub Asia seperti AFC Champions League klub milik keluarga keemiratan UEA ini pernah sekali menjuarai ajang ini pada 2003 dengan mengalahkan salah satu raksasa Thailand, Bec Tero Sassana.

Dari materi pemain hampir semua pemain Al-Ain adalah pemain nasional UEA seperti Omar Aldulrachman, Ali Al-Wehaibi. Selain itu mereka juga mempunyai mantan pemain u-21 Perancis, Jeremie Aliadire meski yang bersangkutan kabarnya menolak main di Al-Ain. Untuk menghadapi Sriwijaya nanti Al-Ain hanya akan menyertakan dua pemain asingnya, Ibrahima Keita dan Elias Ribeiro.

Tentu saja jika melihat materi Al-Ain agak sedikit unggul meskipun Sriwijaya juga mempunyai materi yang tidak bisa dikatakan remeh dan bahkan mengimbangi Al-Ain sendiri. Sriwijaya sendiri seperti halnya melawan Muangthong tetap akan minus dengan beberapa pilar karena cedera dan membela timnas Indonesia. Selain itu, ada kabar bahwa Diano, pilar utama Sriwijaya di pertahanan benar-benar cedera serius dan tentu saja ini merupakan pekerjaan rumah bagi Ivan Kolev, sang pelatih. Diano sendiri ketika melawan Muangthong tampil cukup bagus meski dipaksakan. Akan tetapi, tuan rumah tetap optimis bisa memenangkan pertandingan.

Nada serupa juga diutarakan oleh pihak lawan. Gallo, pelatih Al-Ain mengatakan cukup percaya diri anak asuhnya bisa melawan Sriwijaya meski itu di kandang Sriwijaya dan juga cuaca panas yang menyengat. Menurutnya juga ada dua pemain yang mesti diwaspadai yaitu, Keith Gumbs dan Ferry Rotinsulu.

Jika Sriwijaya menang jelas nanti akan langsung tergabung di grup yang boleh dikatakan berat yaitu grup F bersama dengan Hangzhou Greentown, Nagoya Grampus 8, dan FC Seoul. Tentu saja Sriwijaya akan menemani Arema yang terlebih dahulu sudah ada di penyisihan dan menjadikan Indonesia memiliki 2 wakil sejak 2007.

Rabu, 16 Februari 2011

Raul Oh Raul

Satu gol dari Raul Gonzales Blanco pada menit ke-64 sudah cukup untuk menyelamatkan klubnya, Schalke 04 pulang dengan membawa satu poin pada pertandingan pertama babak 16 besar UEFA Champions League di stadion Mestalla, Valencia dinihari dalam pertandingan Valencia melawan Schalke 04.

Schalke pay tribute to Raúl, the real dealInilah gol pertama Raul di tanah Spanyol, tanah kelahirannya sendiri usai ia pergi dari klub yang telah membesarkan namanya, Real Madrid pada musim panas 2010 lalu. Raul sendiri sudah tampil di klub ibukota Spanyol itu sejak usia muda dengan mengoleksi 323 gol dalam 741 penampilan dengan mengecap juga berbagai gelar termasuk di antaranya gelar juara UEFA Champions League 3 kali (1998, 2000, dan 2002).

Di Schalke pada awalnya berjalan tidak mulus sebab ia baru pertama kalinya bermain di luar Spanyol dan adaptasi menjadi hal yang penting. Namun, Raul perlahan-lahan mulai menemukan naluri mencetak golnya dan gol pertamanya terjadi ketika Schalke imbang 2-2 saat melawan Monchengladbach. Golnya yang pertama untuk Schalke di ajang UEFA Champions League saat melawan Hapoel Tel Aviv menjadi sebuah rekor melewati raihan gol dari Gerd Muller. Raul bersama-sama dengan Filippo Inzaghi menjadi pencetak gol terbanyak di Eropa.

Kini yang menjadi pertanyaan bisakah Raul membawa kemenangan kembali untuk Schalke pada partai kedua 9 Maret nanti kandang sendiri, Gelsenkirchen? Mungkinkah Raul bisa membawa Schalke juara dan menjadi juara dengan klub baru? kita lihat saja.